Dalam belajar filsafat
harus ikhlas, meliputi ikhlas hati dan ikhlas pikir. Ikhlas hati dan pikiran
ini mewakili segalanya. Oleh karena belajar filsafat harus dengan keikhlasan
maka dalam filsafat terkandung keikhlasan dan ketidakikhlasan. Dalam filsafat pengertian
seseorang hidup itu adalah seseorang yang dapat menggapai keikhlasan walaupun
manusia tidak dapat menggapai keikhlasan dengan sempurna.
Ada pendapat bahwa
filsafat dapat mengubah yang salah menjadi benar maupun sebaliknya. Sangat
mungkin filsafat dapat mengubah benar dan salah tetapi benar dan salah
sebenarnya bukan kata-kata filsafat,benar dan salah adalah istilah psikologi, pendidikan,
dan cabang ilmu lainnya. Benar dan salah itu tergantung terminologiinya menurut
ruang dan waktu secara filsafat. Selain itu juga tergantung konteks dan budaya.
Kalau dibahasa pendidikan dan psikologi dikatakan istilah salah tetapi di
filsafat tidak ada kata salah benar adanya tidak sesuai ruang dan waktu. Secara filsafat ilmu paling tinggi menurut orang
jawa adalah sopan santun. Sopan santun itu tanda orang cerdas. Tetapi menurut
orang barat adalah orang yang mencari. Contoh pemikiran filsafat 4x6 dalam
filsafat dapat dijawab apa saja seumpama di tukang foto 4x6=15.000 jika dijawab
secara matematis 4x6=24. Filsafat matematika adalah segala yang berhubungan
dengan ruang dan waktu dengan definisi yang luas. Menurut filsafat, matematika
tentang waktu adalah aritmatika, aljabar. Matematika tentang ruang adalah
geometri.
Filsafat itu akan benar
apabila duduk dipikiran. Filsafat ada 2 macam yaitu yang pertama apabila obyek ada di luar pikiran masalahnya bagaimana
cara mengetahuinya maka dapat dikatakan tiadalah orang yang sebenar-benar
mengetahui. Kedua, obyek ada dipikiran bagaimana menjelaskan pada orang lain. Tidak
ada orang yang dapat menjelaskan apa yang ada dalam pikiran secara sempurna.
Sebenar benar ilmu
secara filsafat apabila mempelajari ilmu yaitu seperti mempelajari hidup jadi
harus lengkap dialami, dipikirkan. Matematika obyeknya adalah benda pikir. Benarnya
matematika adalah kalu dia konsisten artinya mempunyai identitas atau semua
teorema identik. Itu adalah separuh ilmu matematika yaitu yang didalam pikiran.
Yang diluar pikiran adalah pengalaman. Yang didalam pikiran tadi disebut
analitik, yang diluar pikiran disebut sintetik.
Kembali lagi kepada
filsafat matematika. Matematika menurut anak kecil adalah kegiatan. Matematika menurut
orang dewasa adalah aksioma dan pengalaman. Maka dalam belajar matematika ada 2
macam yaitu apriori (bisa memikirkan tanpa melihat terlebih dahulu) dan
aposteriori (dengan melihat objek terlebih dahulu).
Prof. Dr. Marsigit,
M.A.
Selasa, 22 September 2015
R. PPG 2
Pukul: 07.30 – 09.20
Mata Kuliah: Filsafat
Pendidikan Matematika
Kelas : PMI 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar