Senin, 28 September 2015

Filsafat dalam Berbagai Pemikiran

Dalam belajar filsafat harus ikhlas, meliputi ikhlas hati dan ikhlas pikir. Ikhlas hati dan pikiran ini mewakili segalanya. Oleh karena belajar filsafat harus dengan keikhlasan maka dalam filsafat terkandung keikhlasan dan ketidakikhlasan. Dalam filsafat pengertian seseorang hidup itu adalah seseorang yang dapat menggapai keikhlasan walaupun manusia tidak dapat menggapai keikhlasan dengan sempurna.
Ada pendapat bahwa filsafat dapat mengubah yang salah menjadi benar maupun sebaliknya. Sangat mungkin filsafat dapat mengubah benar dan salah tetapi benar dan salah sebenarnya bukan kata-kata filsafat,benar dan salah adalah istilah psikologi, pendidikan, dan cabang ilmu lainnya. Benar dan salah itu tergantung terminologiinya menurut ruang dan waktu secara filsafat. Selain itu juga tergantung konteks dan budaya. Kalau dibahasa pendidikan dan psikologi dikatakan istilah salah tetapi di filsafat tidak ada kata salah benar adanya tidak sesuai ruang dan waktu.  Secara filsafat ilmu paling tinggi menurut orang jawa adalah sopan santun. Sopan santun itu tanda orang cerdas. Tetapi menurut orang barat adalah orang yang mencari. Contoh pemikiran filsafat 4x6 dalam filsafat dapat dijawab apa saja seumpama di tukang foto 4x6=15.000 jika dijawab secara matematis 4x6=24. Filsafat matematika adalah segala yang berhubungan dengan ruang dan waktu dengan definisi yang luas. Menurut filsafat, matematika tentang waktu adalah aritmatika, aljabar. Matematika tentang ruang adalah geometri.
Filsafat itu akan benar apabila duduk dipikiran. Filsafat ada 2 macam yaitu yang pertama  apabila obyek ada di luar pikiran masalahnya bagaimana cara mengetahuinya maka dapat dikatakan tiadalah orang yang sebenar-benar mengetahui. Kedua, obyek ada dipikiran bagaimana menjelaskan pada orang lain. Tidak ada orang yang dapat menjelaskan apa yang ada dalam pikiran secara sempurna.
Sebenar benar ilmu secara filsafat apabila mempelajari ilmu yaitu seperti mempelajari hidup jadi harus lengkap dialami, dipikirkan. Matematika obyeknya adalah benda pikir. Benarnya matematika adalah kalu dia konsisten artinya mempunyai identitas atau semua teorema identik. Itu adalah separuh ilmu matematika yaitu yang didalam pikiran. Yang diluar pikiran adalah pengalaman. Yang didalam pikiran tadi disebut analitik, yang diluar pikiran disebut sintetik.

Kembali lagi kepada filsafat matematika. Matematika menurut anak kecil adalah kegiatan. Matematika menurut orang dewasa adalah aksioma dan pengalaman. Maka dalam belajar matematika ada 2 macam yaitu apriori (bisa memikirkan tanpa melihat terlebih dahulu) dan aposteriori (dengan melihat objek terlebih dahulu).

Prof. Dr. Marsigit, M.A.
Selasa, 22 September 2015
R. PPG 2
Pukul: 07.30 – 09.20
Mata Kuliah: Filsafat Pendidikan Matematika
Kelas : PMI 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar