Komunikasi merupakan the back bone atau tulang punggung
kehidupan. Komunikasi menyesuaikan konteks dan kebutuhan. Komunikasi pada era sekarang ini longgar, merdeka , bebas karena komunikasi sekarang
terbuka dan mendatar (semua dinilai setara). Komunikasi bisa berupa suara, body language. Adanya perkembangan
teknologi sekarang ini adalah untuk variasi komunikasi. Dalam belajar filsafat
pun kita juga membutuhkan komunikasi.
Filsafat itu
merefleksikan apa yang tidak terpikirkan menjadi terpikirkan. Letak kedudukan the philosophy of mathematics education ini
merupakan geneous atau kata dasar,
pangkal, pokok kalimatnya. The philosophy
of mathematics education maksudnya sama dengan Filsafat Pendidikan
Matematika belum merubah bentuk atau wadah, hanya istilahnya saja yang berubah.
Filsafat dapat diisi
apapun contohnya Filsafat Pendidikan, Filsafat Agama, Filsafat Jawa, Filsafat
Hidup Orang Barat, Filsafat Kematian, Filsafat Seni, Filsafat Alam, Filsafat Etik
dan Estetika, Filsafat Politik, Filsafat Perdagangan, Filsafat Perkawinan, Filsafat
Anak-Anak, Filsafat Orang Dewasa. Filsafat diisi apapun merupakan ilmu mendasar
dengan kata lain filsafat merupakan sintak. Contoh, tempe memiliki sisi datar
dan melengkung jika belum diberi tindakan apapun maka masih merupakan hakekat
ontologi, jika sudah ada aktivitas itu pasti ada sintak/ metode/ epistimologi/ langkah-langkah/
urutan langkah. Yang didalamnya terdapat
proses atau sintak.
Filsafat memiliki
laboratorium yaitu seluruh yang terdapat dibumi. Objek dari filsafat sendiri
adalah apa yang ada dan mungkin ada. Belajar secara filsafat adalah mengadakan yang
mungkin ada karena filsafat itujuga termasuk olah pikir. Filsafat fungsinya untuk mencerdaskan
secara logika. Belajar filsafat memiliki syarat atau tata cara atau adab yang paling tinggi dibawahnya terdapat epistemologi dibawahnya ada pendekatan
dibawah lagi metode dibawah lagi cara dilanjutkan trik kemudian siasat. Caranya
adalah dengan berpikir. Filsafat sama ha;lnya dengan mengembarakan pikiran. Alat
belajar filsafat itu menggunakan bahasa analog.Bahasa analog adalah bahasa yang
lebih tinggi dari bahasa kiasan. Mengembarakan pikiran mengandung maksud siap
menghadapi kekacauan pikiran. Bagi orang profesional yang mengenal filsafat, sehebat
hebatnya kacau dalam pikiran adalah calon ilmu. Filsafat yg diharapkan adalah
pikiran yg kacau karena berpikir. Belajar filsafat harus diterapkan agar hidup tidak
buta dan kosong. Tiada org berfilsafat tanpa banyak membaca. Ada tingkatan
dalam filsafat, yang paling mendasar yaitu Filsafat kemudian filsafat dengan
memasukkan apa-apa yang akan dipikirkan contoh Filsafat Pendidikan disempitkan
lagi menjadi Filsafat Pendidikan Matematika.
Alatnya belajar
filsafat adalah Bahasa Analog. Metode
yang digunakan mendasar, hakiki, dan sangat tinggi yaitu metode hidup, the back bone dr metode hidup adalah
silaturahmi atau hermeneutika. Filsafat dibangun oleh masing-masing individu. Filsafat
bukan perintah.
Refleksi: Mata Kuliah
The Philosophy of Mathematics Education oleh Prof, Dr. Marsigit, M.A. pada
Tanggal 15 September 2015di Ruang PPG 2 UNY.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar