Senin, 21 September 2015

Berkenalan dengan Filsafat Pendidikan Matematika

Komunikasi merupakan the back bone atau tulang punggung kehidupan. Komunikasi menyesuaikan konteks dan kebutuhan.  Komunikasi pada era sekarang ini longgar,  merdeka , bebas karena komunikasi sekarang terbuka dan mendatar (semua dinilai setara). Komunikasi bisa berupa suara, body language. Adanya perkembangan teknologi sekarang ini adalah untuk variasi komunikasi. Dalam belajar filsafat pun kita juga membutuhkan komunikasi.
Filsafat itu merefleksikan apa yang tidak terpikirkan menjadi terpikirkan. Letak kedudukan the philosophy of mathematics education ini merupakan geneous atau kata dasar, pangkal, pokok kalimatnya. The philosophy of mathematics education maksudnya sama dengan Filsafat Pendidikan Matematika belum merubah bentuk atau wadah, hanya istilahnya saja yang berubah.
Filsafat dapat diisi apapun contohnya Filsafat Pendidikan, Filsafat Agama, Filsafat Jawa, Filsafat Hidup Orang Barat, Filsafat Kematian, Filsafat Seni, Filsafat Alam, Filsafat Etik dan Estetika, Filsafat Politik, Filsafat Perdagangan, Filsafat Perkawinan, Filsafat Anak-Anak, Filsafat Orang Dewasa. Filsafat diisi apapun merupakan ilmu mendasar dengan kata lain filsafat merupakan sintak. Contoh, tempe memiliki sisi datar dan melengkung jika belum diberi tindakan apapun maka masih merupakan hakekat ontologi, jika sudah ada aktivitas itu pasti ada sintak/ metode/ epistimologi/ langkah-langkah/ urutan langkah. Yang didalamnya terdapat  proses atau sintak.
Filsafat memiliki laboratorium yaitu seluruh yang terdapat dibumi. Objek dari filsafat sendiri adalah apa yang ada dan mungkin ada. Belajar secara filsafat adalah mengadakan yang mungkin ada karena filsafat itujuga termasuk  olah pikir. Filsafat fungsinya untuk mencerdaskan secara logika. Belajar filsafat memiliki syarat atau tata cara atau adab yang paling  tinggi dibawahnya terdapat  epistemologi dibawahnya ada pendekatan dibawah lagi metode dibawah lagi cara dilanjutkan trik kemudian siasat. Caranya adalah dengan berpikir. Filsafat sama ha;lnya dengan mengembarakan pikiran. Alat belajar filsafat itu menggunakan bahasa analog.Bahasa analog adalah bahasa yang lebih tinggi dari bahasa kiasan. Mengembarakan pikiran mengandung maksud siap menghadapi kekacauan pikiran. Bagi orang profesional yang mengenal filsafat, sehebat hebatnya kacau dalam pikiran adalah calon ilmu. Filsafat yg diharapkan adalah pikiran yg kacau karena berpikir. Belajar filsafat harus diterapkan agar hidup tidak buta dan kosong. Tiada org berfilsafat tanpa banyak membaca. Ada tingkatan dalam filsafat, yang paling mendasar yaitu Filsafat kemudian filsafat dengan memasukkan apa-apa yang akan dipikirkan contoh Filsafat Pendidikan disempitkan lagi menjadi Filsafat Pendidikan Matematika.
Alatnya belajar filsafat adalah Bahasa  Analog. Metode yang digunakan mendasar, hakiki, dan sangat tinggi yaitu metode hidup, the back bone dr metode hidup adalah silaturahmi atau hermeneutika. Filsafat dibangun oleh masing-masing individu. Filsafat bukan perintah.

Refleksi: Mata Kuliah The Philosophy of Mathematics Education oleh Prof, Dr. Marsigit, M.A. pada Tanggal 15 September 2015di Ruang PPG 2 UNY.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar