Sedikit memberi pengertian tentang fenomena compte yaitu
fenomena yang terjadi pada diri seseorang sehingga ia lebih mendahulukan urusan
dunia dibandingkan urusan akhirat. Pernah hal ini terjadi kepada saya beberapa
bulan yang lalu saat saya masih duduk di semester 6. Pada semester itu ada
materi kuliah yang saya ulang dikarenakan nilai yang saya dapatkan C+ sehingga
membuat saya harus mengulang mata kuliah tersebut. Proses belajar mengajar
kuliah tersebut dimulai pada sore hari. Proses belajar mengajar pun berjalan
seperti semestinya. Akan tetapi waktu ujian pun tiba. Pada saat itu ujian
dimulai pada siang hari. Saya berpikir waktu untuk mengerjakan soal ujian
tersebut hanya 100 menit atau maksimal 120 menit namun ternyata tidak. Ketika itu
sholat Ashar pun tiba belum ada satupun mahasiswa yang mengumpulkan jawaban
padahal kita tahu bahwa semestinya waktu pengerjaan habis. Semua mahasiswa
masih berambisi untuk menyelesaikan soal tersebut termasuk saya. Ujian terdiri
dari 5 soal dan kita diminta memilih 4 soal saja untuk diselesaikan. Ketika
sholat Ashar tiba saya hanya bisa menyelesaikan 2 soal saja itu pun belum ada
keyakinan jawaban saya benar, maka saya lanjutkan pengerjaan saya. Dosen mata
kuliah tersebut juga tidak memberhentikan siswa untuk mengerjakan ujian meski
saya kira waktu normal mengerjakan ujian sudah habis. Saya memutuskan untuk tetap mengerjakan ujian dan berambisi untuk menyelesaikannya karena saya bertekat mengubah nilai mta kuliah tersebut menjadi lebih baik. Hingga sampailah pada pukul
16.45 dan barulah saya sadar kalau pada saat itu saya bahkan seluruh
mahasiswa di kelas tersebut belum sholat Ashar. Nilai mata kuliah tersebut yang
saya dapatkan juga ternyata tidak memuaskan. Pelajaran bagi kita adalah jangan
tergiur dengan urusan dunia sehingga melalaikan urusan akhirat karena kita
tidak tahu keberkahan yang diberikan oleh Allah itu seperti apa.
Senin, 23 November 2015
Senin, 28 September 2015
Filsafat dalam Berbagai Pemikiran
Dalam belajar filsafat
harus ikhlas, meliputi ikhlas hati dan ikhlas pikir. Ikhlas hati dan pikiran
ini mewakili segalanya. Oleh karena belajar filsafat harus dengan keikhlasan
maka dalam filsafat terkandung keikhlasan dan ketidakikhlasan. Dalam filsafat pengertian
seseorang hidup itu adalah seseorang yang dapat menggapai keikhlasan walaupun
manusia tidak dapat menggapai keikhlasan dengan sempurna.
Ada pendapat bahwa
filsafat dapat mengubah yang salah menjadi benar maupun sebaliknya. Sangat
mungkin filsafat dapat mengubah benar dan salah tetapi benar dan salah
sebenarnya bukan kata-kata filsafat,benar dan salah adalah istilah psikologi, pendidikan,
dan cabang ilmu lainnya. Benar dan salah itu tergantung terminologiinya menurut
ruang dan waktu secara filsafat. Selain itu juga tergantung konteks dan budaya.
Kalau dibahasa pendidikan dan psikologi dikatakan istilah salah tetapi di
filsafat tidak ada kata salah benar adanya tidak sesuai ruang dan waktu. Secara filsafat ilmu paling tinggi menurut orang
jawa adalah sopan santun. Sopan santun itu tanda orang cerdas. Tetapi menurut
orang barat adalah orang yang mencari. Contoh pemikiran filsafat 4x6 dalam
filsafat dapat dijawab apa saja seumpama di tukang foto 4x6=15.000 jika dijawab
secara matematis 4x6=24. Filsafat matematika adalah segala yang berhubungan
dengan ruang dan waktu dengan definisi yang luas. Menurut filsafat, matematika
tentang waktu adalah aritmatika, aljabar. Matematika tentang ruang adalah
geometri.
Filsafat itu akan benar
apabila duduk dipikiran. Filsafat ada 2 macam yaitu yang pertama apabila obyek ada di luar pikiran masalahnya bagaimana
cara mengetahuinya maka dapat dikatakan tiadalah orang yang sebenar-benar
mengetahui. Kedua, obyek ada dipikiran bagaimana menjelaskan pada orang lain. Tidak
ada orang yang dapat menjelaskan apa yang ada dalam pikiran secara sempurna.
Sebenar benar ilmu
secara filsafat apabila mempelajari ilmu yaitu seperti mempelajari hidup jadi
harus lengkap dialami, dipikirkan. Matematika obyeknya adalah benda pikir. Benarnya
matematika adalah kalu dia konsisten artinya mempunyai identitas atau semua
teorema identik. Itu adalah separuh ilmu matematika yaitu yang didalam pikiran.
Yang diluar pikiran adalah pengalaman. Yang didalam pikiran tadi disebut
analitik, yang diluar pikiran disebut sintetik.
Kembali lagi kepada
filsafat matematika. Matematika menurut anak kecil adalah kegiatan. Matematika menurut
orang dewasa adalah aksioma dan pengalaman. Maka dalam belajar matematika ada 2
macam yaitu apriori (bisa memikirkan tanpa melihat terlebih dahulu) dan
aposteriori (dengan melihat objek terlebih dahulu).
Prof. Dr. Marsigit,
M.A.
Selasa, 22 September 2015
R. PPG 2
Pukul: 07.30 – 09.20
Mata Kuliah: Filsafat
Pendidikan Matematika
Kelas : PMI 2012
Senin, 21 September 2015
Berkenalan dengan Filsafat Pendidikan Matematika
Komunikasi merupakan the back bone atau tulang punggung
kehidupan. Komunikasi menyesuaikan konteks dan kebutuhan. Komunikasi pada era sekarang ini longgar, merdeka , bebas karena komunikasi sekarang
terbuka dan mendatar (semua dinilai setara). Komunikasi bisa berupa suara, body language. Adanya perkembangan
teknologi sekarang ini adalah untuk variasi komunikasi. Dalam belajar filsafat
pun kita juga membutuhkan komunikasi.
Filsafat itu
merefleksikan apa yang tidak terpikirkan menjadi terpikirkan. Letak kedudukan the philosophy of mathematics education ini
merupakan geneous atau kata dasar,
pangkal, pokok kalimatnya. The philosophy
of mathematics education maksudnya sama dengan Filsafat Pendidikan
Matematika belum merubah bentuk atau wadah, hanya istilahnya saja yang berubah.
Filsafat dapat diisi
apapun contohnya Filsafat Pendidikan, Filsafat Agama, Filsafat Jawa, Filsafat
Hidup Orang Barat, Filsafat Kematian, Filsafat Seni, Filsafat Alam, Filsafat Etik
dan Estetika, Filsafat Politik, Filsafat Perdagangan, Filsafat Perkawinan, Filsafat
Anak-Anak, Filsafat Orang Dewasa. Filsafat diisi apapun merupakan ilmu mendasar
dengan kata lain filsafat merupakan sintak. Contoh, tempe memiliki sisi datar
dan melengkung jika belum diberi tindakan apapun maka masih merupakan hakekat
ontologi, jika sudah ada aktivitas itu pasti ada sintak/ metode/ epistimologi/ langkah-langkah/
urutan langkah. Yang didalamnya terdapat
proses atau sintak.
Filsafat memiliki
laboratorium yaitu seluruh yang terdapat dibumi. Objek dari filsafat sendiri
adalah apa yang ada dan mungkin ada. Belajar secara filsafat adalah mengadakan yang
mungkin ada karena filsafat itujuga termasuk olah pikir. Filsafat fungsinya untuk mencerdaskan
secara logika. Belajar filsafat memiliki syarat atau tata cara atau adab yang paling tinggi dibawahnya terdapat epistemologi dibawahnya ada pendekatan
dibawah lagi metode dibawah lagi cara dilanjutkan trik kemudian siasat. Caranya
adalah dengan berpikir. Filsafat sama ha;lnya dengan mengembarakan pikiran. Alat
belajar filsafat itu menggunakan bahasa analog.Bahasa analog adalah bahasa yang
lebih tinggi dari bahasa kiasan. Mengembarakan pikiran mengandung maksud siap
menghadapi kekacauan pikiran. Bagi orang profesional yang mengenal filsafat, sehebat
hebatnya kacau dalam pikiran adalah calon ilmu. Filsafat yg diharapkan adalah
pikiran yg kacau karena berpikir. Belajar filsafat harus diterapkan agar hidup tidak
buta dan kosong. Tiada org berfilsafat tanpa banyak membaca. Ada tingkatan
dalam filsafat, yang paling mendasar yaitu Filsafat kemudian filsafat dengan
memasukkan apa-apa yang akan dipikirkan contoh Filsafat Pendidikan disempitkan
lagi menjadi Filsafat Pendidikan Matematika.
Alatnya belajar
filsafat adalah Bahasa Analog. Metode
yang digunakan mendasar, hakiki, dan sangat tinggi yaitu metode hidup, the back bone dr metode hidup adalah
silaturahmi atau hermeneutika. Filsafat dibangun oleh masing-masing individu. Filsafat
bukan perintah.
Refleksi: Mata Kuliah
The Philosophy of Mathematics Education oleh Prof, Dr. Marsigit, M.A. pada
Tanggal 15 September 2015di Ruang PPG 2 UNY.
Langganan:
Postingan (Atom)