Senin, 23 November 2015

Fenomena Compte Berdasarkan Pengalaman Hidupku

Sedikit memberi pengertian tentang fenomena compte yaitu fenomena yang terjadi pada diri seseorang sehingga ia lebih mendahulukan urusan dunia dibandingkan urusan akhirat. Pernah hal ini terjadi kepada saya beberapa bulan yang lalu saat saya masih duduk di semester 6. Pada semester itu ada materi kuliah yang saya ulang dikarenakan nilai yang saya dapatkan C+ sehingga membuat saya harus mengulang mata kuliah tersebut. Proses belajar mengajar kuliah tersebut dimulai pada sore hari. Proses belajar mengajar pun berjalan seperti semestinya. Akan tetapi waktu ujian pun tiba. Pada saat itu ujian dimulai pada siang hari. Saya berpikir waktu untuk mengerjakan soal ujian tersebut hanya 100 menit atau maksimal 120 menit namun ternyata tidak. Ketika itu sholat Ashar pun tiba belum ada satupun mahasiswa yang mengumpulkan jawaban padahal kita tahu bahwa semestinya waktu pengerjaan habis. Semua mahasiswa masih berambisi untuk menyelesaikan soal tersebut termasuk saya. Ujian terdiri dari 5 soal dan kita diminta memilih 4 soal saja untuk diselesaikan. Ketika sholat Ashar tiba saya hanya bisa menyelesaikan 2 soal saja itu pun belum ada keyakinan jawaban saya benar, maka saya lanjutkan pengerjaan saya. Dosen mata kuliah tersebut juga tidak memberhentikan siswa untuk mengerjakan ujian meski saya kira waktu normal mengerjakan ujian sudah habis. Saya memutuskan untuk tetap mengerjakan ujian dan berambisi untuk menyelesaikannya karena saya bertekat mengubah nilai mta kuliah tersebut menjadi lebih baik. Hingga sampailah pada pukul 16.45 dan barulah saya sadar kalau pada saat itu saya bahkan seluruh mahasiswa di kelas tersebut belum sholat Ashar. Nilai mata kuliah tersebut yang saya dapatkan juga ternyata tidak memuaskan. Pelajaran bagi kita adalah jangan tergiur dengan urusan dunia sehingga melalaikan urusan akhirat karena kita tidak tahu keberkahan yang diberikan oleh Allah itu seperti apa. 

Senin, 28 September 2015

Filsafat dalam Berbagai Pemikiran

Dalam belajar filsafat harus ikhlas, meliputi ikhlas hati dan ikhlas pikir. Ikhlas hati dan pikiran ini mewakili segalanya. Oleh karena belajar filsafat harus dengan keikhlasan maka dalam filsafat terkandung keikhlasan dan ketidakikhlasan. Dalam filsafat pengertian seseorang hidup itu adalah seseorang yang dapat menggapai keikhlasan walaupun manusia tidak dapat menggapai keikhlasan dengan sempurna.
Ada pendapat bahwa filsafat dapat mengubah yang salah menjadi benar maupun sebaliknya. Sangat mungkin filsafat dapat mengubah benar dan salah tetapi benar dan salah sebenarnya bukan kata-kata filsafat,benar dan salah adalah istilah psikologi, pendidikan, dan cabang ilmu lainnya. Benar dan salah itu tergantung terminologiinya menurut ruang dan waktu secara filsafat. Selain itu juga tergantung konteks dan budaya. Kalau dibahasa pendidikan dan psikologi dikatakan istilah salah tetapi di filsafat tidak ada kata salah benar adanya tidak sesuai ruang dan waktu.  Secara filsafat ilmu paling tinggi menurut orang jawa adalah sopan santun. Sopan santun itu tanda orang cerdas. Tetapi menurut orang barat adalah orang yang mencari. Contoh pemikiran filsafat 4x6 dalam filsafat dapat dijawab apa saja seumpama di tukang foto 4x6=15.000 jika dijawab secara matematis 4x6=24. Filsafat matematika adalah segala yang berhubungan dengan ruang dan waktu dengan definisi yang luas. Menurut filsafat, matematika tentang waktu adalah aritmatika, aljabar. Matematika tentang ruang adalah geometri.
Filsafat itu akan benar apabila duduk dipikiran. Filsafat ada 2 macam yaitu yang pertama  apabila obyek ada di luar pikiran masalahnya bagaimana cara mengetahuinya maka dapat dikatakan tiadalah orang yang sebenar-benar mengetahui. Kedua, obyek ada dipikiran bagaimana menjelaskan pada orang lain. Tidak ada orang yang dapat menjelaskan apa yang ada dalam pikiran secara sempurna.
Sebenar benar ilmu secara filsafat apabila mempelajari ilmu yaitu seperti mempelajari hidup jadi harus lengkap dialami, dipikirkan. Matematika obyeknya adalah benda pikir. Benarnya matematika adalah kalu dia konsisten artinya mempunyai identitas atau semua teorema identik. Itu adalah separuh ilmu matematika yaitu yang didalam pikiran. Yang diluar pikiran adalah pengalaman. Yang didalam pikiran tadi disebut analitik, yang diluar pikiran disebut sintetik.

Kembali lagi kepada filsafat matematika. Matematika menurut anak kecil adalah kegiatan. Matematika menurut orang dewasa adalah aksioma dan pengalaman. Maka dalam belajar matematika ada 2 macam yaitu apriori (bisa memikirkan tanpa melihat terlebih dahulu) dan aposteriori (dengan melihat objek terlebih dahulu).

Prof. Dr. Marsigit, M.A.
Selasa, 22 September 2015
R. PPG 2
Pukul: 07.30 – 09.20
Mata Kuliah: Filsafat Pendidikan Matematika
Kelas : PMI 2012

Senin, 21 September 2015

Berkenalan dengan Filsafat Pendidikan Matematika

Komunikasi merupakan the back bone atau tulang punggung kehidupan. Komunikasi menyesuaikan konteks dan kebutuhan.  Komunikasi pada era sekarang ini longgar,  merdeka , bebas karena komunikasi sekarang terbuka dan mendatar (semua dinilai setara). Komunikasi bisa berupa suara, body language. Adanya perkembangan teknologi sekarang ini adalah untuk variasi komunikasi. Dalam belajar filsafat pun kita juga membutuhkan komunikasi.
Filsafat itu merefleksikan apa yang tidak terpikirkan menjadi terpikirkan. Letak kedudukan the philosophy of mathematics education ini merupakan geneous atau kata dasar, pangkal, pokok kalimatnya. The philosophy of mathematics education maksudnya sama dengan Filsafat Pendidikan Matematika belum merubah bentuk atau wadah, hanya istilahnya saja yang berubah.
Filsafat dapat diisi apapun contohnya Filsafat Pendidikan, Filsafat Agama, Filsafat Jawa, Filsafat Hidup Orang Barat, Filsafat Kematian, Filsafat Seni, Filsafat Alam, Filsafat Etik dan Estetika, Filsafat Politik, Filsafat Perdagangan, Filsafat Perkawinan, Filsafat Anak-Anak, Filsafat Orang Dewasa. Filsafat diisi apapun merupakan ilmu mendasar dengan kata lain filsafat merupakan sintak. Contoh, tempe memiliki sisi datar dan melengkung jika belum diberi tindakan apapun maka masih merupakan hakekat ontologi, jika sudah ada aktivitas itu pasti ada sintak/ metode/ epistimologi/ langkah-langkah/ urutan langkah. Yang didalamnya terdapat  proses atau sintak.
Filsafat memiliki laboratorium yaitu seluruh yang terdapat dibumi. Objek dari filsafat sendiri adalah apa yang ada dan mungkin ada. Belajar secara filsafat adalah mengadakan yang mungkin ada karena filsafat itujuga termasuk  olah pikir. Filsafat fungsinya untuk mencerdaskan secara logika. Belajar filsafat memiliki syarat atau tata cara atau adab yang paling  tinggi dibawahnya terdapat  epistemologi dibawahnya ada pendekatan dibawah lagi metode dibawah lagi cara dilanjutkan trik kemudian siasat. Caranya adalah dengan berpikir. Filsafat sama ha;lnya dengan mengembarakan pikiran. Alat belajar filsafat itu menggunakan bahasa analog.Bahasa analog adalah bahasa yang lebih tinggi dari bahasa kiasan. Mengembarakan pikiran mengandung maksud siap menghadapi kekacauan pikiran. Bagi orang profesional yang mengenal filsafat, sehebat hebatnya kacau dalam pikiran adalah calon ilmu. Filsafat yg diharapkan adalah pikiran yg kacau karena berpikir. Belajar filsafat harus diterapkan agar hidup tidak buta dan kosong. Tiada org berfilsafat tanpa banyak membaca. Ada tingkatan dalam filsafat, yang paling mendasar yaitu Filsafat kemudian filsafat dengan memasukkan apa-apa yang akan dipikirkan contoh Filsafat Pendidikan disempitkan lagi menjadi Filsafat Pendidikan Matematika.
Alatnya belajar filsafat adalah Bahasa  Analog. Metode yang digunakan mendasar, hakiki, dan sangat tinggi yaitu metode hidup, the back bone dr metode hidup adalah silaturahmi atau hermeneutika. Filsafat dibangun oleh masing-masing individu. Filsafat bukan perintah.

Refleksi: Mata Kuliah The Philosophy of Mathematics Education oleh Prof, Dr. Marsigit, M.A. pada Tanggal 15 September 2015di Ruang PPG 2 UNY.

Senin, 06 Oktober 2014

Hubungan Filsafat dan Ideologi Pendidikan dengan Pengembangan Teori Pendidikan, Strategi, dan Perangkat Pembelajaran


Pendidikan memiliki peranan penting dalam pengembangan kemampuan seseorang. Pendidikan merupakan salah satu sarana untuk mendapatkan pengetahuan yang nantinya menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat. Keberhasilan tujuan pendidikan (output), sangat ditentukan oleh  implementasinya (proses), dan implementasinya sangat dipengaruhi oleh  tingkat kesiapan segala hal (input) yang diperlukan untuk berlangsungnya  implementasi. Keyakinan ini berangkat dari kenyataan bahwa kehidupan  diciptakan oleh-Nya serba sistem (utuh dan benar) dengan catatan utuh dan  benar menurut hukum-hukum ketetapan-Nya (Slamet, 2005: 1). Oleh karena itu, pendidikan tidak lepas dari landasan yaitu filsafat dan ideologi pendidikan yang berkembang di tengah masyarakat.
Filsafat pendidikan sendiri merupakan ilmu yang pada hakikatnya merupakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan dalam bidang pendidikan, sedangkan ideologi pendidikan  merupakan prinsip-prinsip pengembangan pendidikan. Filsafat dan ideologi  pendidikan mempunyai fungsi untuk memberikan petunjuk  dan arah dalam pengembangan teori-teori pendidikan menjadi ilmu pendidikan.  Maka filsafat dan ideologi tersebut berpengaruh pada output, proses, dan input pada suatu sistem pendidikan. Dengan kata lain filsafat dan ideologi yang digunakan mempengaruhi  teori pendidikan, strategi pembelajaran, dan perangkat pembelajaran.
Sebagai contoh Teori pendidikan klasik berlandaskan pada filsafat klasik, seperti Perenialisme, Essensialisme, dan Eksistensialisme dan memandang bahwa pendidikan berfungsi sebagai upaya memelihara, mengawetkan dan meneruskan warisan budaya. Teori pendidikan ini lebih menekankan peranan isi pendidikan dari pada proses. Isi pendidikan atau materi diambil dari khazanah ilmu pengetahuan yang ditemukan dan dikembangkan para ahli tempo dulu yang telah disusun secara logis dan sistematis. Dalam praktiknya, pendidik mempunyai peranan besar dan lebih dominan, sedangkan peserta didik memiliki peran yang pasif, sebagai penerima informasi dan tugas-tugas dari pendidik. Pendidikan klasik menjadi sumber bagi pengembangan model kurikulum subjek akademis, yaitu suatu kurikulum yang bertujuan memberikan pengetahuan yang solid serta melatih peserta didik menggunakan ide-ide dan proses ”penelitian”, melalui metode ekspositori dan inkuiri. Dari kurikulum dan metode atau strategi yang digunakan tersebut akan memunculkan alat peraga yang klasik pula seperti LKS yang hanya menitikberatkan pada kumpulan soal.
Jadi, kesimpulannya pemikiran dan pengalaman masyarakat menghasilkan suatu filsafata dan odeologi pendidikan yang digunakan sebagai landasan pembuatan berbagai macam teori pendidikan. Berdasarkan teori-teori pendidikan tersebut kita dapat menentukan metode atau strategi pembelajaran dan perangkat pembelajaran yang sesuai digunakan dalam proses pembelajaran.

Tugas telaah referensi :
“Keterkaitan antara Filsafat dan Ideologi Pendidikan dengan Teori Pendidikan, Strategi Pembelajaran, dan Perangkat Pembelajaran” dalam rangka memenuhi tugas kuliah Methods of Mathematics Instruction oleh Prof. Dr. Marsigit, MA.

Sources:

Senin, 22 September 2014

Pembelajaran Konvensional (Formal) dan Intuitif (Inovasi)

Berbicara tentang pembelajaran tentu banyak yang akan kita bicarakan. Banyak bagian-bagian dari pembelajaran yang patut kita ulas. Pada kuliah Methods of Mathematics Instruction pada hari Selasa lalu kita berdiskusi tentang Lesson Study. Kita ketahui bahwa dasar dari pendidikan ada pada pemerintah yang biasanya berganti menteri kemudian berganti kurikulum. Kurikulum yang kita gunakan saat ini adalah kurikulum 2013 yang katanya akan membuat anak lebih aktif dalam pengembangan wawasan mereka, akan tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa guru juga masih berperan penting menjadi seorang fasilitator. Masih banyak guru yang menggunakan metode konvensional (formal) dalam mengajar di kelas. Guru menjadi sosok dewa yang tahu segalanya dan menjadi narasumber utama sedangkan siswa diumpamakan sebagai gelas kosong yang tidak tahu apa-apa. Guru hanya memberi materi dengan metode ceramah, berharap siswa-siswanya mendengarkan dan mendapat hasil yang bagus saat ulangan. Kita tahu bahwa metode ini tidak baik, karena membuat anak tidak berkembang dan merasa jemu. Metode pembelajaran yang seharusnya digunakan adalah metode intuisi (inovasi). Metode ini membantu siswa berkembang seperti pohon yang terus tumbuh dari biji-bijian menjadi tunas kemudian menjadi pohon kecil, menjadi pohon yang berdaun lebar, berbunga, dan kemudian berbuah banyak. Buah tersebut dapat dimanfaatkan oleh banyak orang. Ketika pertumbuhan itulah guru hadir, bukan untuk menjadi narasumber tetapi untuk menjadi fasilitator yang mefasilitasi siswa agar dapat belajar dan berkembang di mana saja. Agar bisa melakukan konsultasi terhadap masalah-masalah yang mereka temui kapan saja dan di mana saja. Bisa melalui website ataupun blog. Itu adalah salah satu contoh metode inovatisi. Selai itu guru juga membutuhkan resep yang dapat membantu, memfasilitasi siswa dalam mengoptimalkan belajar siswa. Resep  yang dibutuhkan seorang guru tersebut diantaranya RPP dan LKS. RPP dan LKS ini bukan seperti RPP dan LKS  yang biasa yang hanya menuntut siswa untuk mendengarkan dan mengerjakan soal tetapi dalam RPP ini harus terdapat inovasi-inovasi pembelajaran. Selain itu harus ada apersepsi yaitu waktu dimana siswa mempersiapkan diri. Berikutnya yang harus disiapkan guru yaitu variasi simulasi belajar yaitu simulasi belajar yang menggunakan metode problem solving, cooperative learning, RME, scientific, dll. Ada juga variasi media, variasi ineraksi, variasi metode pembelajaran, adanya kegiatan diskusi, rantai kognitif, refleksi siswa sejauh mana mereka menguasai materi  dengan menggunakan metode salah satunya presentasi, kemudian kesimpulan pada akhir pembelajaran yang dilakukan oleh siswa, dan guru harus menyiapkan variasi untuk evaluasi pembelajaran siswa.

Tugas mata kuliah Methods of Mathematics Instruction Prof. Dr. Marsigit dan Nila Mareta Murdiyani, S.Pd,. M.Sc.

Kenalan dulu dehh

Assalamu'alaykum..
Perkenalkan nama saya Shella Azizah, saya adalah seorang mahasiswa jurusan pendidikan matematika..
wah mau menyapa blog baru saya nih.. blog saya yang lama tidak bisa dibuka.. hiks sedih
saya buat blog lagi untuk membantu orang-orang pecinta ngonline untuk banyak sedikit tau tentang matematika, ilmu, filsafat, dan pendidikan.. mmmm yah walaupun semata-mata blog ini dibuat untuk memenuhi tugas huehehehe tetapi semoga ini bermanfaat untuk banyak orang suatu hari nanti.. :)