Senin, 06 Oktober 2014

Hubungan Filsafat dan Ideologi Pendidikan dengan Pengembangan Teori Pendidikan, Strategi, dan Perangkat Pembelajaran


Pendidikan memiliki peranan penting dalam pengembangan kemampuan seseorang. Pendidikan merupakan salah satu sarana untuk mendapatkan pengetahuan yang nantinya menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat. Keberhasilan tujuan pendidikan (output), sangat ditentukan oleh  implementasinya (proses), dan implementasinya sangat dipengaruhi oleh  tingkat kesiapan segala hal (input) yang diperlukan untuk berlangsungnya  implementasi. Keyakinan ini berangkat dari kenyataan bahwa kehidupan  diciptakan oleh-Nya serba sistem (utuh dan benar) dengan catatan utuh dan  benar menurut hukum-hukum ketetapan-Nya (Slamet, 2005: 1). Oleh karena itu, pendidikan tidak lepas dari landasan yaitu filsafat dan ideologi pendidikan yang berkembang di tengah masyarakat.
Filsafat pendidikan sendiri merupakan ilmu yang pada hakikatnya merupakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan dalam bidang pendidikan, sedangkan ideologi pendidikan  merupakan prinsip-prinsip pengembangan pendidikan. Filsafat dan ideologi  pendidikan mempunyai fungsi untuk memberikan petunjuk  dan arah dalam pengembangan teori-teori pendidikan menjadi ilmu pendidikan.  Maka filsafat dan ideologi tersebut berpengaruh pada output, proses, dan input pada suatu sistem pendidikan. Dengan kata lain filsafat dan ideologi yang digunakan mempengaruhi  teori pendidikan, strategi pembelajaran, dan perangkat pembelajaran.
Sebagai contoh Teori pendidikan klasik berlandaskan pada filsafat klasik, seperti Perenialisme, Essensialisme, dan Eksistensialisme dan memandang bahwa pendidikan berfungsi sebagai upaya memelihara, mengawetkan dan meneruskan warisan budaya. Teori pendidikan ini lebih menekankan peranan isi pendidikan dari pada proses. Isi pendidikan atau materi diambil dari khazanah ilmu pengetahuan yang ditemukan dan dikembangkan para ahli tempo dulu yang telah disusun secara logis dan sistematis. Dalam praktiknya, pendidik mempunyai peranan besar dan lebih dominan, sedangkan peserta didik memiliki peran yang pasif, sebagai penerima informasi dan tugas-tugas dari pendidik. Pendidikan klasik menjadi sumber bagi pengembangan model kurikulum subjek akademis, yaitu suatu kurikulum yang bertujuan memberikan pengetahuan yang solid serta melatih peserta didik menggunakan ide-ide dan proses ”penelitian”, melalui metode ekspositori dan inkuiri. Dari kurikulum dan metode atau strategi yang digunakan tersebut akan memunculkan alat peraga yang klasik pula seperti LKS yang hanya menitikberatkan pada kumpulan soal.
Jadi, kesimpulannya pemikiran dan pengalaman masyarakat menghasilkan suatu filsafata dan odeologi pendidikan yang digunakan sebagai landasan pembuatan berbagai macam teori pendidikan. Berdasarkan teori-teori pendidikan tersebut kita dapat menentukan metode atau strategi pembelajaran dan perangkat pembelajaran yang sesuai digunakan dalam proses pembelajaran.

Tugas telaah referensi :
“Keterkaitan antara Filsafat dan Ideologi Pendidikan dengan Teori Pendidikan, Strategi Pembelajaran, dan Perangkat Pembelajaran” dalam rangka memenuhi tugas kuliah Methods of Mathematics Instruction oleh Prof. Dr. Marsigit, MA.

Sources:

Senin, 22 September 2014

Pembelajaran Konvensional (Formal) dan Intuitif (Inovasi)

Berbicara tentang pembelajaran tentu banyak yang akan kita bicarakan. Banyak bagian-bagian dari pembelajaran yang patut kita ulas. Pada kuliah Methods of Mathematics Instruction pada hari Selasa lalu kita berdiskusi tentang Lesson Study. Kita ketahui bahwa dasar dari pendidikan ada pada pemerintah yang biasanya berganti menteri kemudian berganti kurikulum. Kurikulum yang kita gunakan saat ini adalah kurikulum 2013 yang katanya akan membuat anak lebih aktif dalam pengembangan wawasan mereka, akan tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa guru juga masih berperan penting menjadi seorang fasilitator. Masih banyak guru yang menggunakan metode konvensional (formal) dalam mengajar di kelas. Guru menjadi sosok dewa yang tahu segalanya dan menjadi narasumber utama sedangkan siswa diumpamakan sebagai gelas kosong yang tidak tahu apa-apa. Guru hanya memberi materi dengan metode ceramah, berharap siswa-siswanya mendengarkan dan mendapat hasil yang bagus saat ulangan. Kita tahu bahwa metode ini tidak baik, karena membuat anak tidak berkembang dan merasa jemu. Metode pembelajaran yang seharusnya digunakan adalah metode intuisi (inovasi). Metode ini membantu siswa berkembang seperti pohon yang terus tumbuh dari biji-bijian menjadi tunas kemudian menjadi pohon kecil, menjadi pohon yang berdaun lebar, berbunga, dan kemudian berbuah banyak. Buah tersebut dapat dimanfaatkan oleh banyak orang. Ketika pertumbuhan itulah guru hadir, bukan untuk menjadi narasumber tetapi untuk menjadi fasilitator yang mefasilitasi siswa agar dapat belajar dan berkembang di mana saja. Agar bisa melakukan konsultasi terhadap masalah-masalah yang mereka temui kapan saja dan di mana saja. Bisa melalui website ataupun blog. Itu adalah salah satu contoh metode inovatisi. Selai itu guru juga membutuhkan resep yang dapat membantu, memfasilitasi siswa dalam mengoptimalkan belajar siswa. Resep  yang dibutuhkan seorang guru tersebut diantaranya RPP dan LKS. RPP dan LKS ini bukan seperti RPP dan LKS  yang biasa yang hanya menuntut siswa untuk mendengarkan dan mengerjakan soal tetapi dalam RPP ini harus terdapat inovasi-inovasi pembelajaran. Selain itu harus ada apersepsi yaitu waktu dimana siswa mempersiapkan diri. Berikutnya yang harus disiapkan guru yaitu variasi simulasi belajar yaitu simulasi belajar yang menggunakan metode problem solving, cooperative learning, RME, scientific, dll. Ada juga variasi media, variasi ineraksi, variasi metode pembelajaran, adanya kegiatan diskusi, rantai kognitif, refleksi siswa sejauh mana mereka menguasai materi  dengan menggunakan metode salah satunya presentasi, kemudian kesimpulan pada akhir pembelajaran yang dilakukan oleh siswa, dan guru harus menyiapkan variasi untuk evaluasi pembelajaran siswa.

Tugas mata kuliah Methods of Mathematics Instruction Prof. Dr. Marsigit dan Nila Mareta Murdiyani, S.Pd,. M.Sc.

Kenalan dulu dehh

Assalamu'alaykum..
Perkenalkan nama saya Shella Azizah, saya adalah seorang mahasiswa jurusan pendidikan matematika..
wah mau menyapa blog baru saya nih.. blog saya yang lama tidak bisa dibuka.. hiks sedih
saya buat blog lagi untuk membantu orang-orang pecinta ngonline untuk banyak sedikit tau tentang matematika, ilmu, filsafat, dan pendidikan.. mmmm yah walaupun semata-mata blog ini dibuat untuk memenuhi tugas huehehehe tetapi semoga ini bermanfaat untuk banyak orang suatu hari nanti.. :)