Pendidikan memiliki
peranan penting dalam pengembangan kemampuan seseorang. Pendidikan merupakan
salah satu sarana untuk mendapatkan pengetahuan yang nantinya menjadi bekal
dalam kehidupan bermasyarakat. Keberhasilan tujuan pendidikan (output), sangat
ditentukan oleh implementasinya
(proses), dan implementasinya sangat dipengaruhi oleh tingkat kesiapan segala hal (input) yang
diperlukan untuk berlangsungnya
implementasi. Keyakinan ini berangkat dari kenyataan bahwa
kehidupan diciptakan oleh-Nya serba sistem
(utuh dan benar) dengan catatan utuh dan
benar menurut hukum-hukum ketetapan-Nya (Slamet, 2005: 1). Oleh karena
itu, pendidikan tidak lepas dari landasan yaitu filsafat dan ideologi pendidikan
yang berkembang di tengah masyarakat.
Filsafat pendidikan sendiri
merupakan ilmu yang pada hakikatnya merupakan jawaban dari
pertanyaan-pertanyaan dalam bidang pendidikan, sedangkan ideologi
pendidikan merupakan prinsip-prinsip
pengembangan pendidikan. Filsafat dan ideologi pendidikan mempunyai fungsi untuk memberikan
petunjuk dan arah dalam pengembangan
teori-teori pendidikan menjadi ilmu pendidikan. Maka filsafat dan ideologi tersebut
berpengaruh pada output, proses, dan input pada suatu sistem pendidikan. Dengan
kata lain filsafat dan ideologi yang digunakan mempengaruhi teori pendidikan, strategi pembelajaran, dan
perangkat pembelajaran.
Sebagai contoh Teori pendidikan
klasik berlandaskan
pada filsafat klasik,
seperti Perenialisme,
Essensialisme, dan Eksistensialisme dan memandang bahwa pendidikan berfungsi
sebagai upaya memelihara, mengawetkan dan meneruskan warisan budaya. Teori pendidikan ini lebih
menekankan peranan isi pendidikan dari pada proses. Isi pendidikan atau materi
diambil dari khazanah ilmu pengetahuan yang ditemukan dan dikembangkan para ahli
tempo dulu yang telah disusun secara logis dan sistematis. Dalam
praktiknya, pendidik mempunyai peranan besar dan lebih dominan, sedangkan
peserta didik memiliki peran yang pasif, sebagai penerima informasi dan
tugas-tugas dari pendidik. Pendidikan klasik menjadi sumber bagi
pengembangan model kurikulum subjek akademis, yaitu suatu kurikulum
yang bertujuan memberikan pengetahuan yang solid serta melatih peserta didik
menggunakan ide-ide dan proses ”penelitian”, melalui metode ekspositori dan
inkuiri. Dari kurikulum dan metode atau strategi yang digunakan tersebut akan
memunculkan alat peraga yang klasik pula seperti LKS yang hanya menitikberatkan
pada kumpulan soal.
Jadi, kesimpulannya
pemikiran dan pengalaman masyarakat menghasilkan suatu filsafata dan odeologi
pendidikan yang digunakan sebagai landasan pembuatan berbagai macam teori
pendidikan. Berdasarkan teori-teori pendidikan tersebut kita dapat menentukan
metode atau strategi pembelajaran dan perangkat pembelajaran yang sesuai
digunakan dalam proses pembelajaran.
Tugas
telaah referensi :
“Keterkaitan antara Filsafat dan
Ideologi Pendidikan dengan Teori Pendidikan, Strategi Pembelajaran, dan
Perangkat Pembelajaran” dalam rangka memenuhi tugas kuliah Methods of Mathematics Instruction oleh Prof. Dr. Marsigit, MA.
Sources:

