Senin, 22 September 2014

Pembelajaran Konvensional (Formal) dan Intuitif (Inovasi)

Berbicara tentang pembelajaran tentu banyak yang akan kita bicarakan. Banyak bagian-bagian dari pembelajaran yang patut kita ulas. Pada kuliah Methods of Mathematics Instruction pada hari Selasa lalu kita berdiskusi tentang Lesson Study. Kita ketahui bahwa dasar dari pendidikan ada pada pemerintah yang biasanya berganti menteri kemudian berganti kurikulum. Kurikulum yang kita gunakan saat ini adalah kurikulum 2013 yang katanya akan membuat anak lebih aktif dalam pengembangan wawasan mereka, akan tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa guru juga masih berperan penting menjadi seorang fasilitator. Masih banyak guru yang menggunakan metode konvensional (formal) dalam mengajar di kelas. Guru menjadi sosok dewa yang tahu segalanya dan menjadi narasumber utama sedangkan siswa diumpamakan sebagai gelas kosong yang tidak tahu apa-apa. Guru hanya memberi materi dengan metode ceramah, berharap siswa-siswanya mendengarkan dan mendapat hasil yang bagus saat ulangan. Kita tahu bahwa metode ini tidak baik, karena membuat anak tidak berkembang dan merasa jemu. Metode pembelajaran yang seharusnya digunakan adalah metode intuisi (inovasi). Metode ini membantu siswa berkembang seperti pohon yang terus tumbuh dari biji-bijian menjadi tunas kemudian menjadi pohon kecil, menjadi pohon yang berdaun lebar, berbunga, dan kemudian berbuah banyak. Buah tersebut dapat dimanfaatkan oleh banyak orang. Ketika pertumbuhan itulah guru hadir, bukan untuk menjadi narasumber tetapi untuk menjadi fasilitator yang mefasilitasi siswa agar dapat belajar dan berkembang di mana saja. Agar bisa melakukan konsultasi terhadap masalah-masalah yang mereka temui kapan saja dan di mana saja. Bisa melalui website ataupun blog. Itu adalah salah satu contoh metode inovatisi. Selai itu guru juga membutuhkan resep yang dapat membantu, memfasilitasi siswa dalam mengoptimalkan belajar siswa. Resep  yang dibutuhkan seorang guru tersebut diantaranya RPP dan LKS. RPP dan LKS ini bukan seperti RPP dan LKS  yang biasa yang hanya menuntut siswa untuk mendengarkan dan mengerjakan soal tetapi dalam RPP ini harus terdapat inovasi-inovasi pembelajaran. Selain itu harus ada apersepsi yaitu waktu dimana siswa mempersiapkan diri. Berikutnya yang harus disiapkan guru yaitu variasi simulasi belajar yaitu simulasi belajar yang menggunakan metode problem solving, cooperative learning, RME, scientific, dll. Ada juga variasi media, variasi ineraksi, variasi metode pembelajaran, adanya kegiatan diskusi, rantai kognitif, refleksi siswa sejauh mana mereka menguasai materi  dengan menggunakan metode salah satunya presentasi, kemudian kesimpulan pada akhir pembelajaran yang dilakukan oleh siswa, dan guru harus menyiapkan variasi untuk evaluasi pembelajaran siswa.

Tugas mata kuliah Methods of Mathematics Instruction Prof. Dr. Marsigit dan Nila Mareta Murdiyani, S.Pd,. M.Sc.

Kenalan dulu dehh

Assalamu'alaykum..
Perkenalkan nama saya Shella Azizah, saya adalah seorang mahasiswa jurusan pendidikan matematika..
wah mau menyapa blog baru saya nih.. blog saya yang lama tidak bisa dibuka.. hiks sedih
saya buat blog lagi untuk membantu orang-orang pecinta ngonline untuk banyak sedikit tau tentang matematika, ilmu, filsafat, dan pendidikan.. mmmm yah walaupun semata-mata blog ini dibuat untuk memenuhi tugas huehehehe tetapi semoga ini bermanfaat untuk banyak orang suatu hari nanti.. :)