Berbicara
tentang pembelajaran tentu banyak yang akan kita bicarakan. Banyak bagian-bagian
dari pembelajaran yang patut kita ulas. Pada kuliah Methods of Mathematics Instruction pada hari Selasa lalu kita
berdiskusi tentang Lesson Study. Kita
ketahui bahwa dasar dari pendidikan ada pada pemerintah yang biasanya berganti
menteri kemudian berganti kurikulum. Kurikulum yang kita gunakan saat ini
adalah kurikulum 2013 yang katanya akan membuat anak lebih aktif dalam
pengembangan wawasan mereka, akan tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa guru juga
masih berperan penting menjadi seorang fasilitator. Masih banyak guru yang
menggunakan metode konvensional (formal) dalam mengajar di kelas. Guru menjadi
sosok dewa yang tahu segalanya dan menjadi narasumber utama sedangkan siswa
diumpamakan sebagai gelas kosong yang tidak tahu apa-apa. Guru hanya memberi
materi dengan metode ceramah, berharap siswa-siswanya mendengarkan dan mendapat
hasil yang bagus saat ulangan. Kita tahu bahwa metode ini tidak baik, karena
membuat anak tidak berkembang dan merasa jemu. Metode pembelajaran yang
seharusnya digunakan adalah metode intuisi (inovasi). Metode ini membantu siswa
berkembang seperti pohon yang terus tumbuh dari biji-bijian menjadi tunas
kemudian menjadi pohon kecil, menjadi pohon yang berdaun lebar, berbunga, dan
kemudian berbuah banyak. Buah tersebut dapat dimanfaatkan oleh banyak orang. Ketika
pertumbuhan itulah guru hadir, bukan untuk menjadi narasumber tetapi untuk menjadi
fasilitator yang mefasilitasi siswa agar dapat belajar dan berkembang di mana
saja. Agar bisa melakukan konsultasi terhadap masalah-masalah yang mereka temui
kapan saja dan di mana saja. Bisa melalui website ataupun blog. Itu adalah
salah satu contoh metode inovatisi. Selai itu guru juga membutuhkan resep yang
dapat membantu, memfasilitasi siswa dalam mengoptimalkan belajar siswa.
Resep yang dibutuhkan seorang guru
tersebut diantaranya RPP dan LKS. RPP dan LKS ini bukan seperti RPP dan LKS yang biasa yang hanya menuntut siswa untuk
mendengarkan dan mengerjakan soal tetapi dalam RPP ini harus terdapat
inovasi-inovasi pembelajaran. Selain itu harus ada apersepsi yaitu waktu dimana
siswa mempersiapkan diri. Berikutnya yang harus disiapkan guru yaitu variasi
simulasi belajar yaitu simulasi belajar yang menggunakan metode problem
solving, cooperative learning, RME, scientific, dll. Ada juga variasi media,
variasi ineraksi, variasi metode pembelajaran, adanya kegiatan diskusi, rantai
kognitif, refleksi siswa sejauh mana mereka menguasai materi dengan menggunakan metode salah satunya presentasi,
kemudian kesimpulan pada akhir pembelajaran yang dilakukan oleh siswa, dan guru
harus menyiapkan variasi untuk evaluasi pembelajaran siswa.
Tugas mata kuliah Methods of Mathematics Instruction Prof. Dr. Marsigit dan Nila Mareta Murdiyani, S.Pd,. M.Sc.

